Minggu, 09 Desember 2012

PERAN DAN FUNGSI BIDAN dalam pelayanan kesehatan di masyarakat




Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu melahirkan. Peran bidan di masyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati dan mendampingi, serta menolong ibu melahirkan dapat merawat bayinya dengan baik.
Sebagai seorang bidan janganlah memilih-milih klien miskin atau kaya karena tugas seorang bidan adalah membantu ibu, bukan mengejar materi. Pasien wajib memberikan hak kepada ibu bidan yang telah menolong persalinan ibu melahirkan.
Terkait peran dan dan fungsi bidan yang mana dalam pelaksanaan profesinya, bidan memiliki banyak tugas serta peran-perannya.

PERAN BIDAN DAN FUNGSI BIDAN

1.                  PERAN SEBAGAI PELAKSANA
Sebagai pelaksana ,bidan mempunyai tiga kategori tugas yaitu:
a.       Tugas Mandiri
1)      Menerapkan manajemen pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan :
ü  Mengkaji status kesehatan utuk memenuhi kebutuhan asuhan klien.
ü  Menentukan diagnosa.
ü  Menyusun rencana tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
ü  Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
ü  Mengevaluasi tindakan yang telah diberikan.
ü  Membuat rencana tindakan lanjut kegiatan/tindakan.
ü  Membuat catatan dan laporan kegiatan/tindakan.
2)      Memberikan pelayanan dasar pada anak remaja dan wanita pranikah dengan melibatkan klien:
ü  Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan anak remaja dan wanita dalam masa prnikah.
ü  Menentukan diagnosa dan kebutuhan pelayanan dasar.
ü  Menyusun rencana tindakan/layanan sebagai proritas dasar bersama klien.
ü  Melaksanakan tindakan/layanan sesuai dengan rencana.
ü  Mengevaluasi hasil tindakan/layanan yang telah diberikan bersama klien.
ü  Membuat rencana tindak lanjut tindakan/layanan bersama klien.
ü  Membuat catatan dan pelaporan asuhan kebidanan.

3)      Memberikan asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal :
ü  Mengkaji status kesehatan klien yang dalam keadaan kehamilan
ü  Menentukan diagnosa kebidanan dan kebutuhan keadaan hamil
ü  Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah
ü  Melaksanakan rencana asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun
ü  Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan bersama klien
ü  Membuat pencatatan dan laporan asuhan kebidanan yang telah diberikan
4)      Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien/keluarga :
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada klien dalam masa pesalinan
ü  Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan dalam masa persalinan
ü  Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan rencana yang telah disusun
ü  Mengevaluasi bersama klien asuhan yang telah diberikan
ü  Membuat rencana tindakan pada ibu masa persalinan sesuai dengan prioritas
ü  Membuat pencatatan asuhan kebidanan

5)      Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir :
ü  Mengakaji status kesehatan pad byi baru lahir dengan melibatkan keluarga
ü  Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
ü  Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai prioritas
ü  Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah dibuat
ü  Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan
ü  Membuat rencana tindak lanjut
ü  Membuat pencatatan dan pelaporan yang telah diberikan

6)      Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien/keluarga :
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu nifas
ü  Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas
ü  Menyusun rencana asuhan kebidanan berdasarkan prioritas masalah
ü  Melaksanakakn asuhan kebidanan sesuia dengan rencana
ü  Mengevaluasi bersamam klien asuhan kebidanan yang telah diberikan
ü  Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien
ü  Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan yang telah diberikan

7)      Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana :
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas
ü  Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas
ü  Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai prioritas
ü  Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai prioritas
ü  Mengevaluasi bersama klien asuhan kebidanan yang telah diberikan
ü  Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien
ü  Membuat pencatatan dan pelaporan

8)      Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium dan menopause :
ü  Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan asuhan klien
ü  Menentukan diagnosa, prognosa, prioritas dan kebutuhan asuhan
ü  Menyusun rencana asuhan sesuia prioritas maslah bersma klien
ü  Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana
ü  Mengevaluasi bersama klien hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan
ü  Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan

9)      Memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita dengan melibatkan keluarga :
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan sesuai dengan tumbuh kembang bayi/balita
ü  Menentukan diagnosa dan prioritas masalah
ü  Menyususn rencana asuhan sesuai dengann rencana
ü  Melaksanakan asuhan sesuai dengan rencana
ü  Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan
ü  Membuat rencana tindak lanjut
ü  Membuat catatan dan laboran asuhan

b.      Tugas Kolaborasi/Kerjasama
1)      Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsí kolaboarasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
ü  Mengkaji masalah yang berkaiatan dengan komplikasi dan keadaan kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi
ü  Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas kegawatan yang memerlukan tindkaan kolaborasi
ü  Merencanakan tindakan sesuai dengan prioritas kegawatan dan hasil kolaborasi serta kerjasama dengan klien
ü  Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan dengan melibatkan klien
ü  Mengevaluasi hasil tindakan yang telah diberikan
ü  Menyususn rencana tindak lanjut bersama klien
ü  Membuat pencatatan dan pelaporan

2)      Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan pada kasus resiko tinggi dan keadaan kegawat daruratan yang memerlukan pertolongna pertama dan tindakan kolaborasi
ü  Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatdaruratan pada kasus resiko tinggi
ü  Menyusun rencana asuhan kebidanan pada kasus ibu hamil resiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
ü  Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
ü  Membuat rencana tindak lanjut bersama klien
ü  Membuat catatan dan laporan
3)      Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaaan kegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan keadaan kegawat daruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi
ü  Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatan
ü  Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai prioritas
ü  Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas
ü  Mengevaluasi hasil asuhan kebdianan dan pertolongan pertama pada ibu hamil dengan resiko tinggi
ü  Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien/keluarga
ü  Membuat catatan dan laporan
4)      Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi denga melibatkan klien dan keluarga.
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi
ü  Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatdaruratan
ü  Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai prioritas
ü   Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibi masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan kegawatdaruratan
ü  Melaksanakan asuhan kebidanan dengan resiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas
ü  Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
ü  Menyusun rencana tindak lanjut bersama keluarga/klien
ü  Membuat catatan dan laporan

5)      Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatan yang memerlukan tindakan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan kebdianan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan keadaan kegawat daruratan yang memelurkan tindakan kolaborasi
ü  Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan factor resiko dan kegawat daruratan
ü  Menyusun rencanan asuhan kebidanan pada bayi, baru lahir dengan resiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai prioritas
ü  Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai prioritas
ü  Mengevaluasi hasil asuhan dan pertolongan pertama telah diberikan
ü  Menyusun rencanan tindakan lanjut bersamam klien/keluarga
ü  Membuat catatan dan laporan

6)      Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan pada balita dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakakn kolaborasi
ü  Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan factor resiko dan keadaan kegawatan
ü  Menyusun rencana asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai prioritas
ü  Mengevaluasi hasil asuhan dan pertolongan pertama yang telah diberikan
ü  Menyusun rencana tindak lanjut bersamam klien/keluarga
ü  Membuat catatan dan laporan

c.       Tugas Rujukan
1)      Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga.
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan kebdianan yang memerlukan tindakan di luar lingkup kewenangan bidan dan memerlukan rujukan
ü  Menentukan diagnosa, prioritas serta sumber-sumber dan fasilitas untuk kebutuhan intervensi lebih lanjut bersama klien/keluarga
ü  Mengirim klien untuk keperluan intervensí lebih lanjut kepada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang dengan dokumentasian
ü  Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi
2)      Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan kegawatdaruratan
ü  Mengkaji kebutuhan asuhan kebdianan melalui konsultasi dan rujuakn pada ibu hamil
ü  Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas
ü  Memberikan pertolongan pertama pada kasusu yang memerlukan rujukan
ü  Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan
ü  Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
ü  Membuat catatan dan laporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi


3)      Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga
ü  Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatan pada ibu dalam persalinan yang memerlukan konsultasi dan rujukan
ü  Menentukan diagnosaa, prognosa dan prioritas
ü  Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
ü  Mengirim klien untuk intervensi lebih lanjut kepda petugas/instansi pelayanan kesehatan yang berwenang
ü  Membuat catatan dan laporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi yang sudah diberikan
4)      Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu dalam masa nifas ddengan penyulir tertentu dengan kegawatan dengan melibatkan klien dan keluarga
ü  Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatan pada ibu dalam persalinan yang memerlukan konsultasi dan rujukan
ü  Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas masalah
ü  Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
ü  Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
ü  Membuat catatan dan laporan serta serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi yang sudah diberikan

5)      Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukana konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga
ü  Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatan pada bayi baru lahir yang memerlukan konsultasi dan rujukan
ü  Memerlukan diagnosa, prognosa dan prioritas masalah
ü  Memberikan pertolongan pertama pada kasusu yang memerlukan rujukan dan memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan tindakan
ü  Mengirim klien kepada institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
ü  Membuat catatan dan laporan serta mendokumentasikan


6)      Memberikan asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatan yang memerlukan konsultasi dan rujuan dengan melibatkan klien/keluarga
ü  Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatan pada balita yang memerlukan konsultasi dan rujukan
ü  Menerima diagnosa dan prioritas
ü  Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
ü  Mengirim klien kepada petugas/institusi pelayanan kesehtaan yang berwenang
ü  Membuat catatan dan laporan serta mendokumentasikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar